Pajak Motor Online dalam Jual-beli Motor Bekas

pajak motor online

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, transport sangatlah penting. Motor terlebih lagi. Di kalangan kaula muda, motor menjadi alat transportasi paling eksis hingga saat ini. Berbagai inovasi dan versi terbaru dari macam dunia otomotif pun mulai mewarnai hampir setiap penjuru dunia.

Tapi, untuk sekedar memenuhi kebutuhan, banyak kini konsumen merambah ke jual-beli motor bekas. Harganya memang sangat menggiurkan, bahkan ada juga yang masih baru dipakai beberapa hari dan dengan fitur yang lengkap. Hoki sekali yang mendapatkannya. Dan hal tersebut bisa dilkukan secara online, atau dikenal dengan istilah COD an. Dan dikenakan Pajak Motor online. Hanya saja, untuk membeli motor bekas, jangan sampai lupa ya untuk melakukan balik nama motor setelah pembelian.

Tujuannya tak lain agar anda nantinya tidak perlu repot-repot lagi untuk meminjam KTP pemilik sebelumnya, saat anda ingin memperpanjang STNK dan BPKB. Lalu apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan balik nama motor? Apa saja syarat balik nama motor? Baca ulasan berikut ini.

Jika anda ingin melakukan balik nama STNK, anda harus membayar seluruh rincian biaya yang ada di STNK. Hal ini dimulai dari Pajak Keandaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu-Lintas Jalan (SWDKLJJ), Biaya Adm. STNK dan Biaya Administrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (Adm. TNKB). Eit, ditambah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB).

Kira-kira begini rinciannya, PKB merupakan 1,5 persen dari jumlah jual motor. Beriringan dengan bertambahnya umur kendaraan tersebut, maka setiap tahun biayanya pun turun. Nah, jika PKB Rp300 ribu, BBN KB sekitar 2/3 nya yakni Rp200 ribu. SWDKLJJ nya sejumlah Rp35 ribu. Dan biaya Adm. STNK Rp25 ribu dan Adm. TNKB Rp60 ribu. Semuanya ditotal menjadi sekitar Rp620 ribuan, belum lagi jika ada denda, biaya tersebut belum mencakup.

Baca Juga :  Fakta Jual Beli Motor Bekas Yang Perlu Anda Ketahui

Lalu bagaimana cara balik nama motor?

  1. Pertama, yang harus anda lakukan yaitu datanglah ke kantor Samsat sesuai dengan KTP anda. Disini anda diminta menyiapkan sebelumnya hal-hal berupa KTP pemilik lama asli dan fotokopi, KTP anda asli dan fotokopi, BPKB asli dan fotokopi, serta kwitansi saat membeli motor (yang sudah ditandatangani di atas materai ya)
  2. Kedua, jangan lupa motor yang sudah dibeli tadi anda bawa ke kantor untuk didaftarkan tes fisik kendaraan ya. Setelah pengetesan selesai, anda pun akan diberi hasil lembaran tes fisiknya yang berupa nomor rangka dan nomor mesin motor. Disini biaya yang dikeluarkan sebesar Rp30 ribu.
  3. Tahap selanjutnya yang harus anda lakukan setelah itu yakni menyerahkan seluruh dokumen dan surat yang telah disipka sebelumnya ke loket pendaftaran balik nama. Anda pun harus merenggut biaya lagi sebesar Rp30 ribu untuk melakukan pendaftaran tersebut. Dan, anda akan diminta untuk menunggu selama beberapa hari untuk nantinya kembali lagi ke kantor Samsat dengan membawa rincian biaya seperti yang telah disebutkan.

Sekedar informasi, apabila anda melakukan balik nama di wilayah yang berbeda, maka anda wajib untuk melakukan cabut berkas terlebih dahulu. Misalnya, anda ingin balik nama dari Cirebon ke Jakarta. Maka, anda harus cabut berkas di Samsat Cirebon dulu, baru mengurus ke kantor Samsat Jakarta.

  1. Setelah selesai mengurus nama STNK, selanjutnya anda harus mengurus balik nama BPKB. Yang harus dipersiapkan disini adalah fotokopi KTP, fotokopi STNK yang sudah dibalik nama, fotokopi hasil pengesahan cek fisik, fotokopi kwitansi pembelian motor, BPKB asli dan fotokopi.

Anda juga akan dikenakan biaya sebesar Rp 80 ribu dan dibayar di loket Bank BRI. Setelah ituanda pun harus menunggu lagi sampai hari yang ditentukan untuk kemudian kembali lagi ke Polda. Begitu urutan mengurus Pajak Motor Online.

Baca Juga :  Cara Belajar Mobil Nggak Pakai Nabrak

Dengan serangkaian proses di atas, memang sedikit memerlukan kesabaran ya bagi kalian yang ingin melakukan balik nama motor. Tapi tenang saja, hal itu sangat bermanfaat kok nantinya.

 

 

.